<< Selamat Datang di Blog Paguyuban Sempurna Bahagia 44 Pekalongan ~ Menjalin Silaturahmi dengan Semangat Membangun Seduluran yang Hakiki dan Sejati >> << Selamat Datang di Blog Paguyuban Sempurna Bahagia 44 Pekalongan ~ Menjalin Silaturahmi dengan Semangat Membangun Seduluran yang Hakiki dan Sejati >>

Jumat, 29 April 2022

Sejenak Pagi Romadhon

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sejenak Pagi

*Seri Romadhon (31)

Alhamduliah kita bisa menikmati sepuluh hari terakhir bulan suci Romadhon.

Rasulullohu Sholallohu 'Alaihi Wasallam bersabda:

*“Sekiranya umatku mengetahui kebajikan-kebajikan yang bulan Romadhon, niscaya umatku mengharapkan Romadhon terus ada sepanjang tahun”* 

(HR. Abu Ya’la, ath-Thabrani, & ad-Dailami).

Berakhirnya Romadhon, bagi sebahagian orang, adalah berakhirnya penderitaan. Kebebasan kembali diperoleh, tanpa harus menahan diri. Tapi tak demikian dengan orang-orang yang benar-benar beriman, berakhirnya Romadhon adalah suatu kesedihan.

Bahkan dikatakan dalam suatu hadits, di malam terakhir Romadhon, langit dan para malaikat menangis karena berlalunya bulan penuh keistimewaan. Bahkan, hal itu dikatakan Rasululloh shallallohu 'alaihi wasallam sebagai suatu musibah bagi umatnya.

Saat ditanya mengapa hal itu disebut musibah, Rasululloh shallallohu 'alaihi wasallam menjelaskan: “Dalam bulan itu segala doa mustajab, sedekah makbul, segala kebajikan digandakan pahalanya, dan siksaan kubur terkecuali, maka apakah musibah yang terlebih besar apabila semua itu telah berlalu?”

Sepatutnya semua kita bersedih. Lebih-lebih lagi, kita tak tahu apakah akan bisa bertemu kembali dengan Romadhon selanjutnya. Mungkin ada yang meninggalkan dunia ini selama-lamanya. Kalaupun masih hidup dan bertemu dengan Romadhon selanjutnya, mungkin tak sesehat pada Romadhon kali ini.

Sudahkah kita evaluasi diri, sampai dengan hari ini, apakah sudah kita bisa meraih Taqwa?

Tambah baikkah tutur kata kita, sudahkah infaq, sodaqoh dan zakat kita keluarkan, tambah kasih sayangkah kita dengan keluarga dan sesama, sudahkah kita menyantuni anak2 yatim piatu/orang miskin, sudahkah kita hidup sederhana, sudahkah kita bertaubat dan mohon ampun kepada Alloh Ta'ala dan lainnya. 

*Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad*

Wallahu A'lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb...

Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.

Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb...

Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.

Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.

Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.

Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.

Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.

Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

*Robbana Taqobbal Minna*

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

@sejenakpagi.official

www.sejenakpagi.info

😊❤👍

Keutamaan Sedekah

*بسم الله الرحمن الرحيم

اسلم عليكم ورحمةالله وبر كاته.

SEDEKAH SEDEKAH

 DAN SEDEKAH*

Jika seseorang itu memberi *sedekah*, dan dia tahu bahwa *sedekah* nya itu sampai kepada Allah SWT dahulu sebelum orang yang disedekahinya, maka dia akan mendapat kegembiraan dalam pemberiannya.

Adakah kamu tahu antara kebaikan² *sedekah* itu ?

Rujukan dari hadits²...

1. *Sedekah* adalah salah satu pintu untuk menuju ke Syurga Allah SWT,

2. *Sedekah* ialah perbuatan yang paling mulia antara semua perbuatan kebaikan dan sedekah yang paling baik adalah dengan memberi makanan kepada orang,

3. *Sedekah* akan dihisab pada hari Kiamat dan sedekah akan In Syaa Allah menjauhi api neraka jahanam,

4. *Sedekah* mampu memadamkan kemurkaan Allah SWT dan mampu memadamkan kepanasan di dalam kubur,

5. Perkara yang paling memberi keuntungan kepada orang² yang telah meninggal dunia adalah *sedekah* dan Allah SWT akan sentiasa memanjangkan pahala dari *sedekah* tersebut,

6. *Sedekah* mampu mensucikan ruh dan menambah pahala kebaikan,

7. *Sedekah* adalah salah satu cara untuk mendapat kebahagiaan di hari Kiamat dihadapan Allah SWT,

8. *Sedekah* boleh menyelamatkan diri dari celaka di hari Kiamat dan tidak akan membuat kita sengsara disebabkan masa lampau kita,

9. *Sedekah* mampu menghapuskan dan diampunkan dari dosa² yang telah dibuat,

10. *Sedekah* adalah kepastian untuk meninggal dunia dalam keimanan serta ketakwaan terhadap Allah SWT dan malaikat akan mendoakan kebaikan kepada kita,

11. Orang² yang memberi *sedekah* ialah orang² yang baik dan siapapun yang terlibat dalam melakukan kebaikan tersebut akan diberi ganjaran oleh Allah SWT, 

12. Orang yang memberi *sedekah* dijanjikan akan mendapat ganjaran yang hebat dari Allah SWT In Syaa Allah, 

13. Orang yang memberi *sedekah* adalah tergolong dari golongan orang² yang disayang oleh masyarakat

14. Memberi *sedekah* adalah perbuatan yang mulia,

15. *Sedekah* mampu melepaskan kita drpd kesusahan dan doa² akan dimakbulkan Allah SWT In Syaa Allah,

16. *Sedekah* mampu menghapuskan kesulitan hidup dan ditutup 70 pintu kecelakaan di dunia,

*17. Sedekah* mampu memanjangkan umur seseorang dan bisa memberi kejayaan hidup,

18. *Sedekah* adalah obat,

*19. Sedekah* mampu menolong anda dari kecurian, kematian yang dahsyat dan hina, kebakaran dan lemas &

20. *Sedekah* ialah ganjaran yang baik meskipun anda memberi kepada binatang² atau burung².

Yang terakhir sekali.....

_*Sedekah* yang paling baik adalah jika anda membagikan pesan yang baik ini kepada orang lain dan diniatkan sebagai sedekah..._

karena itu hanya dengan cara men-share tulisan ini kita akan mendapat bagian pahala *sedekah*,

Jika yg membaca tulisan ini tergerak hatinya untuk ber- *sedekah*...

Mari share sebanyak-banyaknya kepada grup keluarga, sanak famili, teman kerja, teman sekolah, tetangga dll...

Semoga bermanfa'at... untuk kita semua 

 Aamiiin ya robbal alamiin 🤲🏽

Sabtu, 23 April 2022

Renungan Ramadhan

*Renungan Ramadhan*

(Ahad, 24 April 2022)

Assalamu'alaikum wr. wb. 

*Semua Akan Segera Berakhir, Jangan Kau Sia-Siakan Apa Yang Ada Ditanganmu !*✅

Semua yang ada di dunia ini bersifat sementara. Karena Allah telah tentukan bahwa dunia ini sementara dan *yang kekal hanya kelak di akhirat.*

*مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ ۖ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ*

“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (QS.An-Nahl:96)

Apapun yang kita miliki akan habis dan berakhir. Yang menarik adalah ketika pertama kali Allah menurunkan Nabi Adam as ke bumi, disebutkan bahwa bumi ini adalah tempat tinggal kalian untuk menikmati apa yang telah disediakan, *namun semuanya serba “terbatas”.*

*وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ*

“Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan.” (QS.Al-Baqarah:36)

Kalimat  إِلَىٰ حِينٍ sering diulang dalam ayat-ayat Al-Qur’an. 👉🏾 *Artinya segala sesuatu itu memiliki batas tertentu.*

Ingatlah bahwa segala sesuatu ada waktunya dan semua itu ada batasnya. Karena itu jangan sia-siakan apa yang kau miliki sebelum semuanya berakhir.

Ketika Allah memberimu harta, yakinilah bahwa semua itu ada waktunya. Maka manfaatkan harta itu untuk *mendekatkan diri kepada Allah, sebelum semuanya berakhir.*

Ketika engkau memiliki waktu, *ingatlah waktumu juga sangat terbatas.*

Ketika engkau sehat, ingatlah sehatmu juga terbatas.

*Ketika engkau memiliki jabatan, ingatlah jabatanmu juga sementara.*

Semua yang kau miliki tidak akan kekal, semuanya ada batasan waktu yang sangat singkat. Maka gunakanlah kesempatan itu sebaik-baiknya untuk menyiapkan bekalmu di kehidupan nyata di akhirat.

Manfaatkan sehatmu, manfaatkan hartamu, waktumu, jabatanmu dan semua yang kau miliki untuk mendekat kepada Allah dan menanam kebaikan, karena semua itu pasti dan pasti akan berakhir.

Ketika di masa sehat engkau tidak menggunakannya untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka ketika masa sakit dan lemah telah tiba, hidupmu akan dipenuhi dengan penyesalan.

Ketika orang memiliki sesuatu lalu ia tidak memanfaatkannya, maka disaat semua yang dia miliki itu berakhir yang tersisa hanya penyesalan.

Semua kenikmatan dunia ini hanya akan berakhir dalam dua keadaan. Apakah ia yang meninggalkanmu atau engkau yang akan meninggalkannya !

Semua akan berakhir pada waktunya, maka ambillah kesempatan sebanyak-banyaknya.

Semoga bermanfaat Aamiin. 

 🙏🏾

Amalan Romadhon

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sejenak Pagi

*Seri Romadhon (25)*

*Amalan 10 hari terakhir Romadhon*

Saat kita mendapatkan malam Lailatul Qadar, hal ini sama saja dengan mendapat pahala kebaikan lebih dari seribu  bulan.

*Memperbanyak Baca Al-Qur’an*

Bagi Rasululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam, membaca Al-Qur’an merupakan upaya untuk berbincang dan berkomunikasi dengan Alloh Ta'ala. Selain itu, dengan membaca Al-Qur’an juga akan mendapatkan berbagai keistimewaan seperti hidup lebih bahagia, selamat dari hisab di hari mahsyar, mendapat rahmat Alloh Ta'ala di hari pembalasan, dan mendapatkan petunjuk sehingga tidak akan tersesat.

Menurut Imam Nawawi, membaca Al-Qur’an di 10 hari terakhir bulan Romadhon lebih baik dilakukan di akhir malam daripada awal malam dan membaca Al-Qur’an yang paling baik di siang hari adalah saat setelah sholat subuh.

*Mengerjakan Salat Malam*

Amalan 10 hari terakhir bulan Romadhon berikutnya adalah mengerjakan salat malam atau salat tahajud. Menghidupkan malam-malam bulan Romadhon dapat dilakukan dengan mengerjakan qiyamul lail (salat malam) berupa salat tahajud seperti hadis riwayat Aisyah yaitu, *"Aku selalu menyaksikan beliau beribadah selama Romadhon hingga menjelang subuh. Kamu dapat mengerjakan salat tarawih seusai salat isya, kemudian menunda salat witir untuk dikerjakan setelah tahajud, mengingat salat witir adalah salat penutup. Dimungkinkan pula, salat witir dikerjakan setelah tarawih, tetapi kemudian tidak mengerjakan witir setelah tahajud karena Rasululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam bersabda, tidak ada dua witir dalam satu malam".*

*Bersedekah*

Berdasarkan syariat, sedekah yaitu mengeluarkan harta untuk kepentingan sesuatu. Sedekah lebih luas cakupannya karena tidak terbatas pada barang materi saja. Melainkan juga non-materi seperti amar ma’ruf nahi munkar.

Dalam amalan 10 hari terakhir bulan Ramadan, sedekah merupakan sebuah amalan yang utama. Keutamaan ini tidak hanya didapatkan bagi mereka yang sedang bersedekah saja, melainkan juga dinikmati oleh orang yang menerimanya. Jelas, hal ini menggambarkan bahwa sedekah tidak hanya mendekatkan diri kepada Alloh Ta'ala, namun juga mendekatkan hubungan kamu kepada sesama.

Oleh karena itu, tidak heran jika di hari-hari ini setiap orang berlomba-lomba untuk menghidangkan makanan dan minuman untuk sahur dan buka puasa, memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan memberikan sedekah untuk kegiatan keagamaan lainnya.

Sebagian ulama juga menyebutkan bahwa keutamaan sedekah ini tidak hanya di 10 terakhir Romadhon saja. Melainkan pada keseluruhan setiap harinya, meskipun sedekah dengan nominal yang sedikit. Soalnya, hal yang lebih utama dari sedekah bukanlah jumlah nominalnya, melainkan keistiqamahannya.

*I’tikaf*

I'tikaf sendiri artinya adalah berdiam di dalam masjid dengan maksud mendekatkan diri kepada Alloh Ta'ala. Menurut berbagai riwayat hadis, Rasululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam selalu rutin beri’tikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Pelaksanaan i’tikaf ini tidak bisa dipisahkan dari momentum pencarian lailatul qadar.

Untuk menggapai kemuliaan 10 hari terakhir bulan Ramadan ini, i’tikaf tidak hanya serta-merta berdiam saja tanpa melakukan apapun. Berdasarkan dengan tujuan i’tikaf untuk mendekatkan diri kepada Alloh Ta'ala, maka orang yang beri’tikaf seyogyanya mengisi amal ibadah.

Amalan-amalan seperti shalat sunah, membaca Al-Qur’an, bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir, istighfar, shalawat Nabi, serta memperbanyak doa dan tafakkur harus menjadi pelengkap i’tikaf.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad Sholallohu 'Alaihi Wasallam:

*"Sungguh saya beri'tikaf di di sepuluh hari awal Romadhon untuk mencari malam kemuliaan, kemudian saya beri'tikaf di sepuluh hari pertengahan Romadhon, kemudian Jibril mendatangiku dan memberitakan bahwa malam kemuliaan terdapat di sepuluh hari terakhir bulan Romadhon. Barangsiapa yang ingin beri’tikaf, hendaklah dia beri'tikaf (untuk mencari malam tersebut)."*

I’tikaf seperti ini harus dilakukan di masjid sebagai wujud syiar agama Alloh Ta'ala.

*Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad*

Wallahu A'lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb...

Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.

Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb...

Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.

Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.

Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.

Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.

Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.

Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

*Robbana Taqobbal Minna*

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

@sejenakpagi.official

www.sejenakpagi.info

😊❤👍

Kamis, 21 April 2022

Sejenak Pagi Romadhon

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Sejenak Pagi

*Seri Romadhon (23)*

*BERUBAHLAH.....*

Alhamdulillah masih di bulan Romadhon, saatnya berubah, menjadi lebih baik.

Alloh Ta’ala berfirman:

*"Katakanlah: 'Hai hamba - hambaKu yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Alloh. Sesungguhnya Alloh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)."*

(QS. Az Zumar: 53-54).

*"Dan orang-orang yang bersungguh- sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Alloh benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."*

(QS. Al Ankabut:69)

Dari Abu Hurairah, Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam bersabda, *“Momentum terdekat seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah doa saat itu”*

(HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i).

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassallam bersabda, 

*"Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Alloh berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Alloh akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.”*

(HR. Muslim)

Hadist keutamaan bulan Romadhon yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi berikut: 

*"Awal bulan Romadhon adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka."*

Diriwayatkan dari sahabat 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwasannya 

*"dahulu Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam apabila telah masuk 10 terakhir beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam-malamnya dan membangunkan keluarganya."*

(HR. Bukhari-Muslim)

*_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*

Wallahu A'lam Bisshawab

Yaa Alloh Yaa Robb...

Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.

Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yaa Alloh Yaa Robb...

Sehat dan sembuhkan saudara dan sahabat kami yang sakit.

Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.

Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.

Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan lainnya.

Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.

Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

*Robbana Taqobbal Minna*

Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

@sejenakpagi.official

www.sejenakpagi.info

😊❤👍

Malam Lailatul Qadar

*DETIK-DETIK PENANTIAN LAILATUL QODAR*

*Cara Mendapatkan Lailatul Qadar*

_1 Hari lagi kita akan memasuki malam-malam yang sangat berpotensi terjadinya Lailatul qodar. Lalu bagaimana cara mendapatkan malam Lailatul Qadar? Apa saja ibadah yang dilakukan pada malam tersebut?_

Perlu diketahui bahwa Lailatul Qadar itu terjadi dari waktu malam dimulai yaitu tenggelamnya matahari hingga terbit fajar shuhuh.

Dalil akan hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

*Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar* ” (QS. Al-Qadr: 3-5)

*Bagaimana Cara Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?*

Adapun yang dimaksudkan dengan menghidupkan lailatul qadar adalah menghidupkan mayoritas malam dengan ibadah dan tidak mesti seluruh malam.

Ada ulama yang mengatakan bahwa menghidupkannya bisa hanya sesaat.

Sebagaimana dinukil oleh Imam Asy-Syafi’i dalam Al-Umm dari sekelompok ulama Madinah dan dinukil pula sampai pada Ibnu ‘Abbas disebutkan,

“Menghidupkan lailatul qadar bisa dengan melaksanakan shalat Isya’ berjamaah dan bertekad

untuk melaksanakan shalat Shubuh secara berjama’ah.”

Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan,

مَنْ شَهِدَ لَيْلَةَ القَدْرِ ـ يَعْنِي فِي جَمَاعَةٍ ـ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا

“Siapa yang menghadiri shalat berjama’ah pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam Lailatul Qadar tersebut.”

Dalam perkataan Imam Syafi’i yang qadim (yang lama),

مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ وَ الصُّبْحَ لَيْلَةَ القَدْرِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْهَا

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya’ dan shalat Shubuh pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.” Semua perkataan di atas diambil dari Lathaif Al-Ma’arif, hal. 329.

Apa yang dikatakan oleh Imam Syafi’i dan ulama lainnya di atas sejalan dengan hadits dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221).

*Amalan pada Malam Lailatul Qadar*

Menghidupkan malam lailatul qadar pun bukan hanya dengan shalat, bisa pula dengan dzikir dan tilawah Al Qur’an.

Namun amalan shalat lebih utama dari amalan lainnya di malam lailatul qadar berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 1901)

Bisa juga kita mengamalkan do’a yang pernah diajarkan oleh Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam jikalau kita bertemu dengan malam Lailatul Qadar yaitu do’a:

*Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku)*.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka *afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku)*.” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

*Berarti amalan pada malam lailatul qadar bisa dengan:*

√ Perbanyak shalat sunnah

√ Perbanyak do’a:  *Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni*

√ Perbanyak tilawah Al-Qur’an

√ Perbanyak dzikir

√ Perbanyak amal silih

√ Infaq & sedekah

√ Berbakti kepada Ortu

√ Membantu sesama

√ Dan amal-amal kebaikan yang lain.

_*Semoga kita dimudahkan meraih keutamaan Lailatul Qadar yang ibadah di dalamnya dapat dilipatgandakan hingga 1000 bulan ibadah.* 

*Aamin Yaa Alloh Yaa Mujibbas Saa-ilin*🤲🤲

Rumah Berkah

*RUMAH YANG TERLIHAT OLEH PENDUDUK LANGIT*

Di dunia ini ada rumah yang terlihat oleh penduduk langit. Seperti apakah rumah yang terlihat oleh penduduk langit tersebut ?.

Nabi صلّى الله عليه وسلّم bersabda:

إنَّ البيت ليُتلى  فيه القرآن؛ فيتراءى لأهلِ السماء كما تتراءى النجومُ لأهل الأرض

*"Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya al-Qur'an, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit* sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi."

[Hadits dikeluarkan oleh Ahmad, Adz-Dzahabiy, Lihat kitab ash-Shahihah no. 3112].

 Maka janganlah rumah kita kosong dari tilawah ayat-ayat al-Qur'an, sehingga rumah kita tidak terlihat oleh penduduk langit.

Rutinkan bacaan Qur'an di rumah kita agar rumah kita selalu terlihat oleh para penduduk langit.

*اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ القُرْآن..*

*Semoga para pembaca menjadi pecinta al Qur'an*     Aamiin Allohumma Aamiin.

Paguyuban Sempurna Bahagia 44 Pekalongan

Murotal Al Qur'an 30 Juz

Postingan Ter Populer